Friday, January 27, 2012

Surat..........???????????

Posted by Ahmad Nalpa on Friday, January 27, 2012

Surat
Telah ditemukan!!
Seonggok surat putus cinta.
Silahkan di baca dan renungi (tiru kalau perlu). Khusus bagi kita yang terkena VMJ.

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Ba'da tahmid wa sholawat...

Syukurku kepada Rabb yang telah memintalkan benang-benang napasku dengan selaksa ruh tobat. Dengan itu, aku telah menemukan kembali pencerahan diri untuk segera memperbarui tobatku.

Akhi, bersamaan dengan napas tobat yang tiada dapat kuserahkan kepada siapa pun ini, rasanya aku ingin berkata sesuatu kepadamu, bahwa aku telah menemukan Kekasih yang lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Tidur dan Mengantuk. Ia siap terus-menerus Menjagaku, Mengurusiku dan Memperhatikanku. Ia selalu menemaniku berdua di sepertiga malamku. Ia yang bertahta, berkuasa, dan Maha Mencintai yang tiada pernah terbalas cinta_Nya.

Akhi, aku mohon maaf karena telah mengurangi kemuliaanmu. Kita sama-sama tahu, bahwa kita sedang melakukan kesalahan. Kita sama-sama sadar bahwa kita telah menjerumuskan diri ke dalam lembah kehinaan dan kehancuran. Dan kita-sama-sama mengetahui, bahwa perbuatan ini tidak lah benar. Tapi ternyata, kita sama-sama menikmati kemaksiatan ini. Astaghfirullahal'adzim.

Maaf akhi, dan aku pun sadar setelah sekian lama merangkak bahwa dirimu bukanlah apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, kerdil dan tidak ada apa-apa di hadapan-Nya. Ia bisa berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu. Sementara kau tidaklah dapat berbuat apa-apa. Dan aku sangat mengkhawatirkan kalau Dia cemburu atas hari-hari yang pernah kita tingkahi sebelumnya. Jujur, aku sangat takut kalau hubungan kita selama ini membuat Dia murka kepada kita, khususnya kepadaku. Dan jika itu benar-benar terjadi, sungguh, apalah arti aku hidup di dunia ini hanya karena hubungan yang kita bingkai dalam tali setan ini. Akhi, Ia Mahakuat, Mahagagah, dan Mahakeras Siksa-Nya.

Akhi, roncean napas kita untuk bertobat belumlah habis. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanya di hadapan_Nya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang 'belum' halal itu, marah karena terpaksa bahwa suatu ketika aku harus membonceng motormu, marah karena ketetapan_Nya kuadukan padamu atau karena lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah, akhi. Ah, di balik tirai-tirai palsu itu, semuanya belumlah terlambat. Ya. Kalau kita putuskan hubungan kita sekarang. Ia Mau Memaafkan dan Mengampuni. Ia Maha Pengampun. Dia tidak pernah lari dari kita, selama kita masih terus mencari_Nya.

Akhi, aku mohon jangan marah. Aku sudah bertekad untuk benar-benar menyerahkan dan memutuskan seluruh dendam cinta dan haru biru rinduku pada-Nya, tidak pada selain-Nya. Tetapi, tak hanya diriku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasih-Nya. Namun, salah satunya adalah dengan menjauhi semua hubungan kita selama ini. Juga terus menjalankan perintah dan menjauhi larangan_nya. Aku ingin bertobat, akhi. Insya Allah. Dia sudah merencanakan masa depan yang indah untuk masing-masing kita. Kalau engkau selalu dan terus berusaha mendekati_Nya. Yakinlah, kau pasti akan dilambaikan kepada seorang perempuan salihah. Ya. Dia adalah jauh lebih baik daripada diriku saat ini yang penuh lelumpur dosa. Dia akan membantumu, menjaga diri dan agamamu. Agar dirimu senantiasa terbingkai dalam paragraf kesucian menyambut pernikahan yang suci nanti. Inilah do'aku untukmu, semoga kaupun mendoakan aku, akhi.

Akhi, aku adalah masinis yang membawa rangkaian jiwaku. Aku telah memutuskan untuk memutar haluan hidupku yang salah arah ini. Tetapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan_Nya. Ya. Saudara di jalan Allah. Dan inilah sampul yang menyimpul segala kebaikan antara kita. Lebih dari itu, hingga seluruh Mukmin yang ada di dunia ini. Tak mustahil pula bahwa yang demikian akan mempertemukan kita dengan rasulullah di telaganya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis daripada air sirup di rumahmu dan rumahku.

Astaghfirullah. Maaf akhi, tak baik rasanya aku berlama-lama dalam menulis surat ini. Aku takut akan merusak hati. Goresan pena terakhirku saat ini adalah do'a keselamatn dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan 'haram' kita selama ini. Insya Allah.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
(Tuhan, Izinkan aku pacaran: Fikri Habibullah M.)

Sudah dibaca kan?
Kalau sudah dikirim, jangan mengharap balasan darinya. Tutup rapat-rapat pintu harap. Sekali kita membuka pintu harap, setan akan terus membisiki kita. Kena dech CLBK.
Hati-hati dengan radiasi cinta yang terkontaminasi.

Tidak ada yang sempurna. No body is perfect. Allah Mahatahu segala isi hati kita.
Saudaraku...
Allah pun tahu kebutuhan kita. Ketika cinta yang telah bergema dahulu ternyata kandas, Allah telah menyediakan yang lebih baik darinya. Kita pun memahami, bahwa lebih baik pun tidaklah selalu berarti lebih cantik. Tidak juga lebih kaya, juga berpendidikan strata.

oleh Kak Budi Kurniawan, SMA Negeri 9

No comments:

Post a Comment